Pada hari Sabtu, 22 September 2025, MTs Ma’arif Al Mukkarom menjadi tuan rumah kegiatan Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren (MMPP) yang diselenggarakan di aula utama madrasah. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Ponpes Al Mukkarom dengan Puskesmas Kauman Baru, sebagai bentuk tindak lanjut dari program Giat SDM (Santri Duta Sehat Mandiri) yang sebelumnya telah dilaksanakan. MMPP ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merumuskan strategi lanjutan dalam meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan pesantren, serta memperkuat peran serta komunitas pesantren dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh pengasuh pondok pesantren, para santriwan dan santriwati, serta perwakilan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kauman Baru. Dalam forum ini, berbagai isu kesehatan yang relevan dengan kehidupan santri dibahas secara terbuka dan solutif, termasuk sanitasi lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pencegahan penyakit menular, serta edukasi kesehatan reproduksi remaja berbasis nilai keislaman. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang aspiratif bagi santri untuk menyampaikan tantangan yang mereka hadapi dalam menjaga kesehatan di lingkungan pesantren.

Pihak Puskesmas Kauman Baru juga memaparkan hasil pemantauan dan evaluasi dari program Giat SDM yang telah berjalan sebelumnya, termasuk peran aktif para santri sebagai duta kesehatan di lingkungan pondok. Ditekankan pula pentingnya keberlanjutan pembinaan dan pendampingan agar perilaku hidup sehat tidak hanya menjadi program, tetapi bagian dari budaya harian santri. Dalam diskusi, muncul beberapa gagasan inovatif seperti pembentukan kader santri sehat, pos kesehatan pesantren (poskestren), dan penguatan literasi kesehatan berbasis digital.

Dengan terlaksananya kegiatan MMPP ini, diharapkan Pondok Pesantren Al Mukkarom dapat menjadi model pesantren sehat yang berdaya dan mandiri, baik dari aspek fisik, mental, maupun spiritual. Kolaborasi antara dunia pendidikan keagamaan dan lembaga layanan kesehatan ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan generasi santri yang tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab sosial.